Category Archives: Movies

Just A Note of K-Drama 2013

Hai…saya kembali memposting sesuatu di blog ini. Saya tidak berencana hiatus, tetapi segudang kesibukan ini-itu ternyata cukup menyita bahkan free-time yang tersisa. Namun, di sela-sela kesibukan itu saya masih menyempatkan diri menonton beberapa drama dan film Asia. Fokusnya tentu saja lebih banyak drama atau film Korea ^^

Saya bukan orang yang akan menghabiskan waktu untuk menonton sesuatu yang sebenarnya kurang saya sukai. Jadi, setelah saya ingat-ingat ternyata banyak juga drama yang tidak saya tonton sampai selesai. Alasannya beragam, bisa jadi menurut saya cerita atau plotnya membosankan, tidak suka genre tertentu, kurang cocok dengan pemainnya sampai yang paling personal, saya sedang tidak mood. Well, menurut saya suka atau tidaknya seseorang terhadap suatu drama atau film itu masalah selera. Dan setiap orang boleh dong punya selera yang berbeda ^_^

Berikut adalah daftar tontonan drama saya selama tahun 2013.

K-Drama yang ditonton sampai selesai:

  1. Ad Genius Lee Tae Baek – KBS
  2. Good Doctor – KBS
  3. IRIS 2 – KBS
  4. Secret Love -KBS
  5. The Best of Lee Soon-shin – KBS
  6. Gu Family Book – MBC
  7. I Hear Your Voice – SBS
  8. Master’s Sun – SBS
  9. The Heirs – SBS
  10. Cheongdamdong Alice – SBS
  11. Birth Secret – SBS
  12. Flower Boy Next Door – tvN
  13. Monstar – tvN
  14. Heartless City – JTBC

K-Drama yang tidak ditonton sampai final :

  1. Marry Him If You Dare – KBS
  2. Two Weeks – MBC
  3. Empire of Gold – SBS
  4. Basketball – tvN
  5. Her Legend – JTBC

K-Movie atau drama spesial yang ditonton selama 2013 :

  1. Cold Eyes
  2. Happy Rose Day (drama special)
  3. Heartbreak Library
  4. He Was Cool
  5. Secretly Greatly
  6. The Masquerade
  7. Never Ending Story
  8. Petty Romance
  9. You Came To Me and Became A Star (drama special)
  10. My Boyfriend is Type B
  11. The Art of Seduction
  12. Rough Play
  13. Miracle in Cell No.

Ehm..ternyata jumlah yang saya tonton tidak banyak ya. Atau saya yang lupa membuat daftar :p

Anyway.. Mari kita teruskan menonton K-Drama ^^

Review: Love 911 (Korean movie – 2012)

Love_911-0003

LOVE 911 (English title) atau BAND AID (literal title) yang dirilis pada 19 Desember 2012 lalu berdurasi 120 menit. Film bergenre melodrama-romance memang selalu menjadi pilihan saya.

KANG-IL (diperankan oleh Go Soo) adalah petugas pemadam kebakaran yang masih berduka karena ditinggal oleh istrinya. Sementara MI-SOO (diperankan oleh Han Hyo Joo) adalah dokter yang smart dan cheerful. Suatu hari, Mi-Soo yang kadang overconfidence salah memberikan diagnosis penyakit yang justru menimbulkan sakit yang lebih parah pada pasien. Akibatnya, keluarga pasien tidak terima dan mengajukan gugatan.

Untuk melawan gugatan itu MI-Soo harus menemukan saksi lain, yang berujung pada perkenalannya dengan Kang-Il. Kang-Il yang cuek, selalu tidak acuh terhadap Mi-Soo. Sementara Mi-Soo yang berusaha mempertahankan lisensi dokternya juga terus melakukan segala cara agar Kang-Il mau membantunya.

Setengah bagian pertama film ini sukses membuat saya tersenyum-senyum. Bukan hanya karena akting pasangan utamanya, tetapi juga para pemeran pendukung, yaitu teman-teman Kang-Il di pusat pemadam kebakaran. Ehm, sebenarnya kata pemadam kebakaran agak kurang tepat digunakan karena kasus yang ditangani tidak melulu kebakaran. Mungkin lebih tepat kalau disebut Tim Penyelamat 911.

Setengah bagian terakhir film ini sukses membuat saya terharu. Masa lalu Kang-Il yang sedikit demi sedikit terungkap membuat saya sempat merasa sedih, sedikit. Mi-Soo yang selalu terkesan persistent pun, ternyata bukannya tidak punya hati. Bukan hanya kisah Kang-il dan Mi-Soo yang menarik untuk disimak. Kisah cinta second lead-nya pun sukses menghibur saya.

Akhirnya saya melihat Han Hyo Joo (Brilliant Legacy, Always) yang berakting cheerful. Sebenarnya saya menantikan bagaimana dia bisa bermain rom-com dan tidak melulu memilih peran serius. Kalau Go Soo (Will It Snow for Christmas) rasanya memang lebih pas memerankan sosok pria yang melankolis, tetapi bukan cengeng. Jujur, saya tidak terlalu suka melihat akting Go Soo di k-drama terakhirnya; Empire of Gold.

Jadi, kalau kamu membutuhkan tontonan yang romantis, tetapi ada bumbu komedi sarkastis, saya sarankan menonton film ini. Film ringan yang juga bisa membuat kita terharu.

Upcoming: Hidamari no Kanojo

hidamari no kanojo

Matsumoto Jun dan Ueno Juri main film bareng! Ya, mereka akan beradu akting di film Hidamari no Kanojo aka The Girl In The Sun. Film ini diadaptasi dari novel karya Koshigaya Osamu yang berjudul Her Sunny Side. Novel ini juga sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Penerbit Haru.

Film bergenre drama romantis ini dibintangi oleh Matsumoto Jun (berperan sebagai Kosuke Okuda) dan Ueno Juri (berperan sebagai Mao Wataranai). Kosuke adalah eksekutif di bidang periklanan yang sedang naik daun. Secara tidak sengaja dia bertemu dengan Mao –teman lamanya– saat meeting dengan klien, yang sudah tidak bertemu 10 tahun sejak lulus SMP. Mao mengalami transformasi yang cukup drastis, dari anak yang sering menjadi korban bully dan dicap idiot, menjadi wanita muda yang atraktif dan pintar. Disinilah mereka mulai tertarik satu sama lain. Tetapi, Mao menyimpan rahasia. Apakah itu? Silakan baca bukunya atau tunggu filmnya yang rencananya akan rilis 12 Oktober 2013.

Sementara mari kita nikmati dulu official trailer disini :

Atau alternatif trailer yang lebih menarik karena lebih banyak Matsumoto Jun disini :

Kalau sudah mari kita sama-sama berdoa semoga ada bioskop yang berminat membeli dan memutar filmnya di Indonesia supaya menontonnya lebih puas dan bisa dibuat NoBar (baca: nonton bareng) supaya lebih seru ^_^

Review: Nodame Cantabile series

nodame2

Akhirnya, saya bisa menyelesaikan menonton live-action drama Nodame Cantabile series. Kenapa saya sebut series? Karena versi dramanya terdiri dari 4 bagian yaitu :

  1. Nodame Cantabile — renzoku dorama 11 episodes; diputar di Fuji TV tahun 2006
  2. Nodame Cantabile in Europe — special dorama 2 episodes; diputar di Fuji TV tahun 2008
  3. Nodame Cantabile: The Final Score (part 1) — movie 1; rilis tahun 2009
  4. Nodame Cantabile: The Final Score (part 2) — movie 2; rilis tahun 2010

Nodame Cantabile diadaptasi dari manga karya Tomoko Ninomiya, yang menulis manga karena memang terinspirasi dari seseorang (real person) bernama Noda Megumi. Sebelum dibuat versi drama, sebenarnya sudah ada versi animenya juga. But because I’m not a person into anime thing, i have not watch it yet :p

nodame8

Pemain utama dorama ini adalah Noda Megumi atau Nodame (diperankan oleh Ueno Juri). Nodame digambarkan sebagai orang yang eksentrik, cuek, ceroboh, berantakan, selalu ceria, suka makan dan tidak serius untuk menjadi musisi profesional walaupun jago memainkan piano. Nodame tidak suka membaca partitur. Dia lebih mudah dan cepat menangkap nada hanya dengan mendengarkan. How genius she is! :p Oh ya, awalnya Nodame hanya bercita-cita menjadi guru TK. She is playing piano just because she likes it so much.

nodame1

Berkebalikan dengan semua sifat Nodame, ada Chiaki Shinichi (diperankan oleh Tamaki Hiroshi). Chiaki mahir bermain piano dan biola, tetapi sebenarnya sangat ingin menjadi konduktor. Oleh karena itu, Chiaki rajin belajar otodidak untuk menjadi konduktor. Chiaki adalah orang yang rapi, arogan, perfeksionis dan jago masak. Dengan kemampuannya sebenarnya dia bisa belajar di Eropa, seperti cita-citanya, tetapi Chiaki pernah mengalami trauma dan takut naik pesawat.

Plot Nodame Cantabile :

Dorama sepanjang 11 episode ini menceritakan kisah Nodame dan Chiaki ketika masih sama-sama menimba ilmu di Momogaoka College of Music. Chiaki adalah siswa tahun keempat, sementara Nodame adalah siswi tahun ketiga. Keduanya ternyata murid dari guru yang sama dan tanpa sengaja sebenarnya apartemen mereka bersebelahan. Mozart Sonata for D major for Two Pianos yang mereka mainkan bersama menjadi pembuka berbagai pengalaman seru selanjutnya. Mulai dari kesempatan bagi Chiaki untuk menjadi konduktor sampai Nodame yang akhirnya mau mengikuti kompetisi piano. Tidak hanya itu, interaksi antara Nodame dan Chiaki belum lengkap tanpa aksi seru dan konyol dari teman-teman orkestra yang lain. Ada Mine Ryutaro (diperankan Eita), Miki Kiyora (diperankan Mizukawa Asami) dan Okuyama Masumi (diperankan Koide Keisuke) yang sukses membuat saya tidak bisa berhenti senyum-senyum.

Plot Nodame Cantabile Special :

Kalau pada dorama sebelumnya kita melihat perjuangan Nodame dan Chiaki di Jepang, pada edisi spesial ini kita diajak menikmati kisah mereka di Eropa. Chiaki yang akhirnya berhasil ke Eropa, masih harus berjuang dalam kompetisi untuk menjadi konduktor. Begitu pula dengan Nodame yang akhirnya juga berhasil mengikuti Chiaki ke Eropa, tetap harus berjuang mengikuti pelajaran yang super ketat dan penuh orang-orang berbakat di Conservatory.

Plot Nodame Cantabile Final Score 1 :

Film Nodame Cantabile yang pertama ini mengambil latar waktu setelah edisi spesial, yakni Chiaki setelah berhasil debut di Eropa. Kini, perjalanan karir profesional Chiaki dimulai. Dia ditawari menjadi konduktor tetap di sebuah orkestra tempat Milch (gurunya) dulu juga pernah menjadi konduktor. Orkestra yang sudah ada sejak lama, tetapi saat ini sedang kritis. Chiaki ditantang untuk bisa memperbaiki keadaan dengan kemampuan anggota orkestra yang tidak maksimal.

Plot Nodame Cantabile Final Score 2 :

Pada film yang kedua, kita lebih banyak diajak mengikuti perjalanan Nodame. Bukan hanya karirnya sebagai pianis tetapi juga cintanya kepada Chiaki. Nodame merasa tertinggal dari Chiaki yang sudah lebih dahulu debut di Eropa. Nodame belajar mengikuti semua arahan dari gurunya, tetapi tetap belum diijinkan untuk mengikuti kompetisi.  Nodame yang merasa sendiri dan ditinggalkan oleh Chiaki yang semakin sibuk dengan karirnya, akhirnya bercerita kepada Milch. Sebagai penutup dari Nodame Cantabile series, kita juga diajak melihat kisah teman-teman yang lain disini.

Comment :

Saran saya Nodame Cantabile series memang seharusnya ditonton secara berurutan karena ceritanya saling terkait. Buat saya, Nodame adalah drama bertema musik terbaik yang pernah ada. Semua detailnya tersampaikan dengan baik kepada penonton. Melalui serial ini saya diperkenalkan dengan karya-karya indah pencipta musik klasik di dunia. Saya yang bukan pemusik dan tidak punya pengetahuan apa pun mengenai musik klasik jadi bisa belajar dan ikut menikmati alunan nada-nada indah dari orkestra. Tidak hanya itu, mulai dari Nodame Cantabile spesial dan filmnya semuanya berlatar Eropa, sehingga saya juga bisa ikut menikmati indahnya bangunan-bangunan megah disana plus suasana pertunjukan orkestra yang megah.

Kenapa saya memutuskan menonton ulang Nodame? Karena saya butuh motivasi dari luar yang bisa mengingatkan saya, tanpa berkesan menggurui, bahwa untuk mencapai cita-cita memang diperlukan perjuangan yang tidak mudah. Ada kalanya kita merasa stuck dan tidak yakin dengan kemampuan diri sendiri, tetapi kita tetap tidak boleh menyerah. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama kita mau berusaha. Dan dalam setiap perjalanan, kita ternyata tidak sendiri, karena diluar sana banyak orang-orang yang seperjalanan dengan kita, sama-sama berjuang dan saling membantu demi mencapai yang terbaik.

Pada saat membuat posting ini, saya menemukan analisis dari blogger lain yang cukup bagus. Tulisannya tentu saja mengandung SPOILER. Jadi, sebaiknya hanya dibaca setelah menonton :p Review dari storybooker bisa dibaca DISINI.

Kalau ingin tahu daftar lagu yang dimainkan di Nodame Cantabile episode 1-11 bisa coba intip dramawiki DISINI.

Info lainnya bisa baca di WIKIPEDIA atau ASIANWIKI.

Last, herewith is my favorite scene from Nodame Cantabile Final Score 2 :

 

Review: Glove (Korean movie – 2011)

glove2

Sebenarnya saya menonton film ini sudah agak lama, tetapi selama ini tidak pernah tahu judulnya. Saya baru tahu judulnya beberapa hari lalu ketika salah satu TV swasta mengiklankan program sinema Korea setiap hari Sabtu/Minggu malam, dimana film ini diputar juga disitu.

Sinopsis:

Kim Sang Nam (diperankan oleh Jung Jae-Young) adalah seorang pemain baseball profesional yang sengaja dikirim ke daerah terpencil untuk menghindari paparan media mengenai kasus yang menimpanya. Kim Sang Nam yang bertemperamen tinggi ditantang untuk melatih baseball anak-anak tuna rungu di Chung Ju’s Sungshim High School. Walaupun awalnya pesimis, tetapi Kim Sang Nam akhirnya mau melatih mereka  dan yakin bahwa mereka masih punya kesempatan untuk menang walaupun punya kekurangan.

Film dengan judul asli 글러브 (Geu-leo-beu) yang dirilis 20 Januari 2011 ini cukup berkesan buat saya. Tema baseball mungkin sudah biasa. Tetapi, baseball yang dimainkan oleh anak-anak tuna rungu, sungguh tidak biasa. Saya terharu melihat semangat dan perjuangan mereka agar bisa menjadi yang terbaik. Belakangan saya baru tahu kalau film terinspirasi dari kisah nyata.

Saya tidak bisa mengomentari terlalu banyak karena terbius oleh ceritanya yang memang heartwaming, tipikal family drama. Satu pelajaran yang bisa diambil dari film ini adalah : Kesuksesan itu ada karena kita punya niat dan kemauan untuk berusaha keras, tidak boleh mudah menyerah.

Info lain tentang Glove bisa dibaca DISINI

Review: Always (Korean movie – 2011)

Always

Walaupun saya penggemar kdrama, tetapi film Korea yang saya suka jumlahnya bisa dihitung jari. Always (English title) atau Only You (literal title) yang baru selesai saya tonton, langsung menjadi salah satu film romantis favorit saya. Film ini pertama kali diputar pada 6 Oktober 2011 sebagai opening film di Busan International Film Festival di Korea Selatan. Film yang dibintangi oleh So Ji Sub dan Han Hyo Joo ini sebenarnya klise. Bercerita tentang kisah cinta dengan segala keterbatasan yang dialami si tokoh. Yang membuatnya menarik adalah chemistry pemain utamanya dan alur maju-mundur yang digunakan.

Sinopsis :

Chul Min aka Jang Marcellino aka Kim Hak Sun diperankan oleh So Ji Sub. Jung Hwa diperankan oleh Han Hyo Joo. Keduanya bertemu secara tidak sengaja di booth tempat parkir ketika Chul Min baru bekerja sebagai pegawai paruh waktu penjaga pintu parkir. Disana, Jung Hwa biasa menumpang menonton drama di televisi. Kebiasaan itu pelan-pelan membuat Chul Min dan Jung Hwa saling mengenal satu sama lain. Sampai suatu hari, Chul Min berhasil mencegah ketika Jung Hwa hampir mengalami pelecehan seksual dari atasan tempatnya bekerja, Sejak saat itu, kehidupan keduanya berubah. Chul Min yang berjanji melindungi Jung Hwa menjadi lebih bersemangat untuk kembali berlatih menjadi seorang petinju. Sementara Jung Hwa yang mengalami gangguan penglihatan menjadi lebih ceria menjalani hari-harinya. Konflik diantara keduanya mulai timbul ketika rahasia masa lalu mereka yang kelam perlahan mulai terungkap.

Review :

So Ji Sub mulai dikenal luas karena perannya di drama What Happened in Bali dan I’m Sorry I Love You. Sayangnya, saya hanya pernah menonton aktingnya satu kali pada kdrama Phantom, yang tidak terlalu berkesan buat saya. Saya juga tidak pernah mengidolakan Han Hyo Joo. walaupun saya sudah pernah menonton Brilliant Legacy, yang dibintanginya bersama Lee Seung Gi. Jadi, baik So Ji Sub maupun Han Hyo Joo sebenarnya bukan favorit saya.

Tetapi, film Always sukses mengubah persepsi saya terhadap keduanya. Akting mereka di Always cukup baik, bahkan terkesan natural. Dari beberapa artikel yang saya baca, So Ji Sub bahkan sampai belajar menjadi petinju demi mendalami peran. Sementara Han Hyo Joo yang berperan sebagai disable person, melakukan observasi yang baik agar bisa berakting natural. Saya suka karakter Han Hyo Joo yang ceria,mandiri dan ingin terus belajar, walaupun dia memiliki keterbatasan. Ini pertama kalinya So Ji Sub dan Han Hyo Joo dipasangkan bersama, chemistry antara keduanya terbangun dengan baik.

Film dari Song Il Gon ini memiliki cerita yang klise. Tetapi, plot yang digunakan menarik. Sinematografinya pun ditampilkan dengan baik. Saya suka sekali adegan mereka di mengobrol di rerumputan hijau di pinggir sungai. Kalau biasanya dalam kdrama kita terbiasa melihat aktor/aktris yang didandani serba gorgeous, disini justru digambarkan apa adanya, khas film festival. So Ji Sub yang di foto-foto lumayan ganteng, disini justru jauh dari ganteng. Manly. Sosok itulah yang memang muncul ketika menonton film ini.

Setelah menonton film ini, saya justru tertarik untuk menonton film/drama yang dibintangi keduanya. Daftar pertama saya dimulai dengan Masquerade, film yang turut dimainkan Han Hyo Joo dan mendapat sambutan cukup baik disana. Dilanjutkan dengan A Company Man, film yang dibintangi So Ji Sub, dan Master’s Sun, kdrama yang sedang tayang di Korea.

Referensi lain mengenai film Always bisa dibaca di Hancinema dan AsianWiki.

Swan Lake 3D by Mariinsky Theatre

Saya suka menonton balet. Ya, saya hanya penonton karena saya tidak punya kesempatan untuk belajar balet. Komik Swan karya Kyoko Ariyoshi yang pertama kali memperkenalkan saya dengan segala pengetahuan tentang balet. Sayangnya, balet belum populer di Indonesia sehingga informasinya amat terbatas. Beruntunglah Blitzmegaplex bersedia menampilkan salah satu film yang jarang diputar disini. Dan saya berniat menularkan virus kesukaan saya pada balet melalui posting ini. Saya bukan penari balet, jadi saya tidak akan menggunakan istilah-istilah balet atau memberikan kritik. Opini yang saya tulis adalah murni pendapat saya sebagai penikmat 😀

swan lake mariinsky

Film berjudul Swan Lake versi 3D ini sebenarnya adalah rekaman live-broadcast of ballet yang dipertunjukkan di Mariinsky Theatre, St. Petersburg, Rusia pada tanggal 6 Juni 2013 lalu. Film berdurasi 170 menit ini dibuat sebagai bagian dari festival “Stars of the White Night”. Bekerjasama dengan Cameron Pace Group 3D — perusahaan yang memproduksi film Avatar, Hugo dan Life of Pi — konsep live-broadcast of ballet adalah yang pertama kali dilakukan.

Buat saya yang selama ini hanya bisa menikmati potongan-potongan adegan melalui Youtube, film ini jelas memberikan kepuasan tersendiri. Video Youtube biasanya direkam dan diunggah bukan oleh profesional, jadi kualitas gambar dan angle-nya terasa kurang pas. Berbeda dengan film ini yang menempatkan 3D effect camera sedekat mungkin dengan penari. Dari sebuah artikel disebutkan bahwa ada 4 unit kamera yang ditempatkan persis di depan panggung dan 1 unit kamera di royal box. Sementara kamera lainnya akan mengambil gambar dari atas. Hasilnya, saya bisa menikmati setiap detil gerakan si penari dengan kualitas gambar yang baik.

Balet Swan Lake pertama kali dipentaskan di Mariinsky Theatre, St. Petersburg, pada 15 Januari 1895. Koreografer Swan Lake yang dipentaskan di Mariinsky dibuat oleh Lev Ivanov dan Marius Petipa. Tahun 1950 koreografi dan tata panggung tersebut direvisi oleh Konstantin Sergeyev. Swan Lake terdiri dari tiga babak dengan empat adegan. Sinopsis beserta susunan pemain bisa diintip DISINI. Swan Lake yang dipertunjukkan juga memasukkan unsur-unsur tarian rakyat (folk dance) seperti Mazurka, Neapolitan, Spanish dan Hungarian.

swan lake1

Pemeran utama Swan Lake 3D adalah Ekaterina Kondaurova yang sudah menjadi principal dancer di Mariinsky Theatre tahun 2012 lalu. Beberapa review mengatakan bahwa walaupun Ekaterina seorang Rusia, dia terkenal sebagai “modern girl” karena sebelumnya sering membawakan balet kontemporer daripada balet klasik.

Buat saya, tidak masalah apakah Ekaterina lebih sering membawakan balet klasik atau modern karena Swan Lake yang diperankannya sudah sempurna. Caranya menggerakkan lengan, mengedikkan kepala ke samping sesekali, menyeret langkah sampai mimik yang diekspresikannya sudah menggambarkan peran Odette. Ya, Odette memang bukan manusia, dia adalah angsa putih. Itulah yang membuat Swan Lake menjadi salah satu cerita balet klasik yang paling terkenal sekaligus salah satu yang paling sulit diperankan. Belum cukup melihat Odette, pertunjukan single cast ini juga menampilkan Ekaterina dalam peran yang lain sebagai Odile; angsa hitam. Kalau Odette diperankan dengan luwes, Odile diperankan dengan “menantang”. Odile ditarikan dengan enerjik dan powerful, didukung teknik balet yang sempurna. Profil lengkap Ekaterina Kondaurova bisa dilihat DISINI.

Kebetulan saya sempat menemukan salah satu video Ekaterina ketika sedang menarikan balet modern:

Swan Lake terkenal dengan pas de deux yang indah. Dalam pertunjukan kali ini, Ekaterina berpasangan dengan Timur Askerov sebagai Prince Siegfried. Askerov adalah first soloist kelahiran Azerbaijan yang baru bergabung dengan Mariinsky Ballet pada 2011. Postur tubuh yang tinggi, tegap dan berkaki jenjang membuat grand jete-nya memang sangat memukau. Sayang, saya merasa Ekaterina dan Askerov seperti menari sendiri-sendiri, kurang ada ikatan emosional padahal dua-duanya penari hebat. IMHO.  Profil lengkap Timur Askerov bisa dilihat DISINI.

Selain penari utama, sebenarnya ada satu peran lagi yang mencuri perhatian saya. Dia adalah pemeran Joker, yaitu Vasily Tkachenko. Karakternya yang ceria didukung dengan tariannya yang enerjik di panggung benar-benar menghibur. Profil Vasily bisa dibaca DISINI.

Akhirnya, saya merasa beruntung bisa menonton Swan Lake balet dalam bentuk film. Semoga di masa mendatang ada lebih banyak lagi film balet yang bisa ditayangkan disini. Ya, kalau belum bisa mementaskan balet profesional secara langsung, menikmati lewat film cukuplah, supaya saya tidak harus selalu terbang ke Singapore hanya untuk menonton pertunjukan balet :p Ah, seandainya saya boleh request, saya ingin sekali menonton balet modern Symphony karya George Balanchine.

Sebagai penutup, saya sertakan tautan Symphony yang dynamic, funny, playful, expressive and fantastic :