Review: Always (Korean movie – 2011)

Always

Walaupun saya penggemar kdrama, tetapi film Korea yang saya suka jumlahnya bisa dihitung jari. Always (English title) atau Only You (literal title) yang baru selesai saya tonton, langsung menjadi salah satu film romantis favorit saya. Film ini pertama kali diputar pada 6 Oktober 2011 sebagai opening film di Busan International Film Festival di Korea Selatan. Film yang dibintangi oleh So Ji Sub dan Han Hyo Joo ini sebenarnya klise. Bercerita tentang kisah cinta dengan segala keterbatasan yang dialami si tokoh. Yang membuatnya menarik adalah chemistry pemain utamanya dan alur maju-mundur yang digunakan.

Sinopsis :

Chul Min aka Jang Marcellino aka Kim Hak Sun diperankan oleh So Ji Sub. Jung Hwa diperankan oleh Han Hyo Joo. Keduanya bertemu secara tidak sengaja di booth tempat parkir ketika Chul Min baru bekerja sebagai pegawai paruh waktu penjaga pintu parkir. Disana, Jung Hwa biasa menumpang menonton drama di televisi. Kebiasaan itu pelan-pelan membuat Chul Min dan Jung Hwa saling mengenal satu sama lain. Sampai suatu hari, Chul Min berhasil mencegah ketika Jung Hwa hampir mengalami pelecehan seksual dari atasan tempatnya bekerja, Sejak saat itu, kehidupan keduanya berubah. Chul Min yang berjanji melindungi Jung Hwa menjadi lebih bersemangat untuk kembali berlatih menjadi seorang petinju. Sementara Jung Hwa yang mengalami gangguan penglihatan menjadi lebih ceria menjalani hari-harinya. Konflik diantara keduanya mulai timbul ketika rahasia masa lalu mereka yang kelam perlahan mulai terungkap.

Review :

So Ji Sub mulai dikenal luas karena perannya di drama What Happened in Bali dan I’m Sorry I Love You. Sayangnya, saya hanya pernah menonton aktingnya satu kali pada kdrama Phantom, yang tidak terlalu berkesan buat saya. Saya juga tidak pernah mengidolakan Han Hyo Joo. walaupun saya sudah pernah menonton Brilliant Legacy, yang dibintanginya bersama Lee Seung Gi. Jadi, baik So Ji Sub maupun Han Hyo Joo sebenarnya bukan favorit saya.

Tetapi, film Always sukses mengubah persepsi saya terhadap keduanya. Akting mereka di Always cukup baik, bahkan terkesan natural. Dari beberapa artikel yang saya baca, So Ji Sub bahkan sampai belajar menjadi petinju demi mendalami peran. Sementara Han Hyo Joo yang berperan sebagai disable person, melakukan observasi yang baik agar bisa berakting natural. Saya suka karakter Han Hyo Joo yang ceria,mandiri dan ingin terus belajar, walaupun dia memiliki keterbatasan. Ini pertama kalinya So Ji Sub dan Han Hyo Joo dipasangkan bersama, chemistry antara keduanya terbangun dengan baik.

Film dari Song Il Gon ini memiliki cerita yang klise. Tetapi, plot yang digunakan menarik. Sinematografinya pun ditampilkan dengan baik. Saya suka sekali adegan mereka di mengobrol di rerumputan hijau di pinggir sungai. Kalau biasanya dalam kdrama kita terbiasa melihat aktor/aktris yang didandani serba gorgeous, disini justru digambarkan apa adanya, khas film festival. So Ji Sub yang di foto-foto lumayan ganteng, disini justru jauh dari ganteng. Manly. Sosok itulah yang memang muncul ketika menonton film ini.

Setelah menonton film ini, saya justru tertarik untuk menonton film/drama yang dibintangi keduanya. Daftar pertama saya dimulai dengan Masquerade, film yang turut dimainkan Han Hyo Joo dan mendapat sambutan cukup baik disana. Dilanjutkan dengan A Company Man, film yang dibintangi So Ji Sub, dan Master’s Sun, kdrama yang sedang tayang di Korea.

Referensi lain mengenai film Always bisa dibaca di Hancinema dan AsianWiki.

Review: Autumn’s Concerto (2009)

autumns-concerto-ending

I love this drama!! This is the best Taiwanese drama I’ve ever seen.

This drama was made in 2009, but I recently moved to watch it just now. And i regret. Why I don’t watch this drama from earlier? Why I consumed my own opinion that Vanness Wu who plays the male lead in this drama is as the same as incompetent person in Meteor Garden? But i also thankful because watching this melodrama with full of romance story after heartbreaking drama of Heartless City is really enjoyable, closer to heart-melting.

Autumn’s Concerto consists of 21 episodes. Although the episode is quite long compared to k-drama or j-dorama, but I didn’t feel bored because the plot is executed well. There are many interesting themes raised in this drama, ranging from PTSD (Post Traumatic Stress Disorder), parent-children issue, sexual harassment, legal world until love triangle story. However, the theme of memory loss remains as usual.

Autumn's Concerto Details

Autumn’s Concerto Details

For me, every character in this drama is developed quite well. Start from Ady An as a center figure that much in trouble. As a female lead, she play it well. Her character is mostly showed sad feeling but without having to look whiny sad because she has positive attitude here. I also saw considerable changes acting on Vanness Wu, compared to his acting in Meteor Garden. His expression and body language in this drama are awesome. I love his expression whenever he raised his eyebrows. Then there is Xiao Xiao Bin as a clever little boy, cute and adorable. Tiffany Hsu is pretty but kind-hearted. Christ Wu depicted as a God helper with manly-looking. The last, Derrick Chang who play as Guang Xi’s assistant is success stealing my heart because of their witty dialogue with Vanness Wu. This is definitely my favorite Asian family drama so far. Plus, shirtless scenes of Vanness Wu is surely lovable to watch: p

I have read somewhere that Autumn’s Concerto has different translation in Chinese. It means “Next Stop, Happiness”. That’s why in the opening of each episode, they wrote 1st Stop, 2nd Stop, 3rd Stop, and continuing. I finally understand this meaning at the last episode when Mu Cheng said that she’s ready to stop/stay anywhere as long as there is Guang Xi at the stop, because Guang Xi is her happiness.

Lists of unforgettable episodes for me :

  • Episode 5. Ren Guang Xi, I’ve been calling your name many times but why you don’t show up here :p
  • Episode 14. This is the heart-wrecking episode. After 6 years, finally he knows the truth. Guang Xi’s expression makes me cry.
  • Episode 16. Hahaa..i can’t stop laughing when Gary and Guang Xi talking about spaceship toys for Xiao Le. Besides, there is another (kind of) bed scene between Mu Cheng and Guang Xi.
  • Episode 19. Mu Cheng is extremely beautiful here. The court scene is also thoughtful.
  • Episode 20. The character of Director Fang is amazing. She is strong woman

For your reference, you can also read another review at Outside Seoul. Or check the recap by rambling thought.

Comments on Summer Nude episode 1

Itazura Na Kiss – Love In Tokyo has ended. Thank God, another Japanese drama called Summer Nude that I’m waiting for is begin airing. I have just watched Summer Nude episode 1 and i think I love it.

summer nude

Synopsis episode 1 :

Asahi Mikuriya (played by Yamapi) was on duty as a photographer at the wedding of Chiyohara Natsuki (played by Karina). Unfortunately, he was also a witness when Natsuki’s  prospective husband chose to leave and cancelled the wedding. Natsuki sad for a few days. Company where Asahi work still request a payment for services that have been used up, so that Asahi sent bill to Natsuki. Asahi was in a bar owned by Kenji with Hanae Taniyama (played by Erika Toda) when Kenji was complaining that he could not operate a bar without his wife who had just given birth. Hanae is Asahi’s childhood friend who secretly love him. To help Kenji take care of the bar, Asahi call Natsuki to help to work at Kenji’s bar since she was a chef. Natsuki eventually agrees to help Kenji at the bar. Natsuki and Hanae quickly became friends. However, when they were busy re-layout and tidy up the bar, Hanae saw Asahi and Natsuki were joking on the beach. Hanae saw with the sad look, while Hikaru (played by Kubota Masataka) also sad to see Hanae only focused on Asahi. Hikaru is Asahi and Hanae’s childhood friend. Hikaru is secretly attracted to Hanae.

Comments :

If you’re a fan of Japanese drama and one of Yamahita Tomohisa a.k.a Yamapi fans, then you should be watching this drama. As its title, this drama takes many shoot on beaches. And like the Japanese drama in general, I like their angle to shoot. The beach is amazingly beautiful and makes me want to go on vacation :p Not only that, at episode 1 only we’re already treated to some Yamapi shirtless scenes. Hahaa..tempting, right?

For the female lead, there is Karina and Erika Toda that come into play in this drama. Both of them is my favorite actress. And I think Erika Toda looks pretty here. Actually, I already knew from the beginning that this romance drama is talk about triangle love story. Or wait, maybe not triangle, how about square love story? 😀 But it will not deter me to watch since I love all the casts here. Typical summer drama, the story is somewhat flat with a slow tempo.

I had just caught the first episode since episode 2 with english subbed is not yet available. News that I heard, Summer Nude is subbed by Ueto_senshi who did it voluntarily in between his busy daily life. So, I will not complaining about that because i really appreciate whoever fans subber that did it for us –drama fans– and i will wait patiently. Hopefully in the future it can be more smoothly so it is more convenient to enjoy ^_^

Swan Lake 3D by Mariinsky Theatre

Saya suka menonton balet. Ya, saya hanya penonton karena saya tidak punya kesempatan untuk belajar balet. Komik Swan karya Kyoko Ariyoshi yang pertama kali memperkenalkan saya dengan segala pengetahuan tentang balet. Sayangnya, balet belum populer di Indonesia sehingga informasinya amat terbatas. Beruntunglah Blitzmegaplex bersedia menampilkan salah satu film yang jarang diputar disini. Dan saya berniat menularkan virus kesukaan saya pada balet melalui posting ini. Saya bukan penari balet, jadi saya tidak akan menggunakan istilah-istilah balet atau memberikan kritik. Opini yang saya tulis adalah murni pendapat saya sebagai penikmat 😀

swan lake mariinsky

Film berjudul Swan Lake versi 3D ini sebenarnya adalah rekaman live-broadcast of ballet yang dipertunjukkan di Mariinsky Theatre, St. Petersburg, Rusia pada tanggal 6 Juni 2013 lalu. Film berdurasi 170 menit ini dibuat sebagai bagian dari festival “Stars of the White Night”. Bekerjasama dengan Cameron Pace Group 3D — perusahaan yang memproduksi film Avatar, Hugo dan Life of Pi — konsep live-broadcast of ballet adalah yang pertama kali dilakukan.

Buat saya yang selama ini hanya bisa menikmati potongan-potongan adegan melalui Youtube, film ini jelas memberikan kepuasan tersendiri. Video Youtube biasanya direkam dan diunggah bukan oleh profesional, jadi kualitas gambar dan angle-nya terasa kurang pas. Berbeda dengan film ini yang menempatkan 3D effect camera sedekat mungkin dengan penari. Dari sebuah artikel disebutkan bahwa ada 4 unit kamera yang ditempatkan persis di depan panggung dan 1 unit kamera di royal box. Sementara kamera lainnya akan mengambil gambar dari atas. Hasilnya, saya bisa menikmati setiap detil gerakan si penari dengan kualitas gambar yang baik.

Balet Swan Lake pertama kali dipentaskan di Mariinsky Theatre, St. Petersburg, pada 15 Januari 1895. Koreografer Swan Lake yang dipentaskan di Mariinsky dibuat oleh Lev Ivanov dan Marius Petipa. Tahun 1950 koreografi dan tata panggung tersebut direvisi oleh Konstantin Sergeyev. Swan Lake terdiri dari tiga babak dengan empat adegan. Sinopsis beserta susunan pemain bisa diintip DISINI. Swan Lake yang dipertunjukkan juga memasukkan unsur-unsur tarian rakyat (folk dance) seperti Mazurka, Neapolitan, Spanish dan Hungarian.

swan lake1

Pemeran utama Swan Lake 3D adalah Ekaterina Kondaurova yang sudah menjadi principal dancer di Mariinsky Theatre tahun 2012 lalu. Beberapa review mengatakan bahwa walaupun Ekaterina seorang Rusia, dia terkenal sebagai “modern girl” karena sebelumnya sering membawakan balet kontemporer daripada balet klasik.

Buat saya, tidak masalah apakah Ekaterina lebih sering membawakan balet klasik atau modern karena Swan Lake yang diperankannya sudah sempurna. Caranya menggerakkan lengan, mengedikkan kepala ke samping sesekali, menyeret langkah sampai mimik yang diekspresikannya sudah menggambarkan peran Odette. Ya, Odette memang bukan manusia, dia adalah angsa putih. Itulah yang membuat Swan Lake menjadi salah satu cerita balet klasik yang paling terkenal sekaligus salah satu yang paling sulit diperankan. Belum cukup melihat Odette, pertunjukan single cast ini juga menampilkan Ekaterina dalam peran yang lain sebagai Odile; angsa hitam. Kalau Odette diperankan dengan luwes, Odile diperankan dengan “menantang”. Odile ditarikan dengan enerjik dan powerful, didukung teknik balet yang sempurna. Profil lengkap Ekaterina Kondaurova bisa dilihat DISINI.

Kebetulan saya sempat menemukan salah satu video Ekaterina ketika sedang menarikan balet modern:

Swan Lake terkenal dengan pas de deux yang indah. Dalam pertunjukan kali ini, Ekaterina berpasangan dengan Timur Askerov sebagai Prince Siegfried. Askerov adalah first soloist kelahiran Azerbaijan yang baru bergabung dengan Mariinsky Ballet pada 2011. Postur tubuh yang tinggi, tegap dan berkaki jenjang membuat grand jete-nya memang sangat memukau. Sayang, saya merasa Ekaterina dan Askerov seperti menari sendiri-sendiri, kurang ada ikatan emosional padahal dua-duanya penari hebat. IMHO.  Profil lengkap Timur Askerov bisa dilihat DISINI.

Selain penari utama, sebenarnya ada satu peran lagi yang mencuri perhatian saya. Dia adalah pemeran Joker, yaitu Vasily Tkachenko. Karakternya yang ceria didukung dengan tariannya yang enerjik di panggung benar-benar menghibur. Profil Vasily bisa dibaca DISINI.

Akhirnya, saya merasa beruntung bisa menonton Swan Lake balet dalam bentuk film. Semoga di masa mendatang ada lebih banyak lagi film balet yang bisa ditayangkan disini. Ya, kalau belum bisa mementaskan balet profesional secara langsung, menikmati lewat film cukuplah, supaya saya tidak harus selalu terbang ke Singapore hanya untuk menonton pertunjukan balet :p Ah, seandainya saya boleh request, saya ingin sekali menonton balet modern Symphony karya George Balanchine.

Sebagai penutup, saya sertakan tautan Symphony yang dynamic, funny, playful, expressive and fantastic :

Jung Shi Hyun & Yoon Soo Min

If you are watching Heartless City, i bet you are also love this couple. I really love their paired in this drama. They have solid chemistry even though the romantic scenes between them is rarely. Yesterday, i found  few fans who made wonderful video on Youtube showed how did they fall in love. Now, i will share the videos here. Please enjoy 🙂

1. Shi Hyun & Soo Min uploaded by MASA JaM –> i love background music title Starlight Tears by Nam Gyu Ri

2. Heartless City – Wicked Game uploaded by Daavarr

3. Shi Hyun & Soo Min – We Really Did Love Each Other uploaded by animeguardian1993

Comments on Heartless City

heartless1]

Like i promise before, i will make a post dedicated to Heartless City. And this is it! I love this drama so much.

Almost all kdrama fans give a good review about Heartless City. However, Dramabeans (as a decent barometer to watch kdrama that I trusted) do not make her recap, plus it is only played by JTBC (cable TV network in Korea), so, I ignore Heartless City for sometime. Until two weeks ago, I finally decided to try to watch Heartless City episode 1. While at the same week, this drama was aired up to episode 12.

What happened then? I fell in love. For a few days, I drown to watch this drama marathon for me to catch up. Even there is a one day when I got only 2 hours of sleep, but the next morning I should woke up and ate a meal at dawn (I’m fasting since it is Ramadhan now) and went to the office :p Being too curious, I have also watched episode 15 without english subtitle. I watched the raw version because i really want to know what will happen next. Without understanding of the dialogue, I almost cry to see Jung Kyung Ho’s heart-breaking acting.

heartless3

Heartless City Details

So, what really makes this drama interesting? The casts of Heartless City may not actors or actresses who have a solid fan base. They are also not the idol star who can draw a bunch of fans to watch this drama — no matter what the story is. In my opinion, the casts have their own charisma to captivate the audience. They really can act. They successfully made the audience feel the emotions of each character they played.

Furthermore, I appreciate Yoo Sung Yul as a screenwriter. Me – as an audience – always dragged into the story each episode. Heartless City has incredible satisfying twist-and-turn plot story. Very exceptional! They make us addicted to the love story of Shi Hyun and Soo Min. The complicated relationship between the characters makes us feel the pain, the depression, and above of all, we want it ended happily. Every episode we hope that Jin Sook and Hyun Soo will not get caught by the police or die by the other villain. Until now, Heartless City always being one step away ahead of me. Thus, it makes me curious of what next’s episode will bring.

I will share you an attractive characters from my point of view :

  1. Shi Hyun : lord of drug dealer; have the ability to fight beyond average; cold; care for the people who close to him
  2. Soo Min : used to be cheerful; love her sister so much; fall in love with Shi Hyun
  3. Jin Sook : elegant; pretty; strong woman; care for Shi Hyun
  4. Hyun Soo : scrapper; loyal friend especially to Shi Hyun; playboy
  5. Moon Duk Bae : mysterious guy with mysterious motives; fall in love with Jin Sook

Besides, i really love the ending theme, Hurt by Kim Yong Jin. Speechless.

This drama has 4-episodes left. So, i recommend you to watch this drama. I guarantee you will love it as much as I am 🙂

Itazura Na Kiss Beragam Versi

Kalau kamu penggemar manga, pasti tahu kalau Itazura Na Kiss (ItaKiss) adalah salah satu best seller manga dari Tada Kaoru. Itazura Na Kiss sudah diadaptasi menjadi anime dan beberapa kali diadaptasi menjadi drama dengan berbagai versi. Saya sendiri belum pernah membaca manga Itazura Na Kiss karena saya bukan penggemar manga. But i think i will read it to know the original one :p In this post, i wanna share all of dramas version I’ve watched and hopefully it means all ItaKiss dramas ever made 😀

Itazura Na Kiss (1996)

Sato Aiko & Kashiwabara Takashi -- ItaKiss 1996

Sato Aiko & Kashiwabara Takashi

Itakiss-1996

Itakiss-1996

Itazura Na Kiss yang pertama kali diadaptasi menjadi drama dibuat di negara asalnya; Jepang. Aihara Kotoko digambarkan sebagai seseorang yang kurang pandai, selalu ceria, baik hati dan pantang menyerah. Buat saya, akting Sato Aiko agak terlalu berlebihan, dimana Kotoko digambarkan akan melakukan hal-hal yang tidak lazim demi mendapatkan perhatian Naoki. Kotoko jadi terkesan terlalu nagging dan akhirnya malah membuat sebal Naoki. Kotoko versi Sato Aiko sepertinya tidak ada di dunia nyata karena sering sekali berbuat konyol. Namun, karena cerita ini diadaptasi dari manga, adegan-adegan konyol yang memancing tawa itulah yang menjadi nilai lebihnya. Kita menonton justru karena kita ingin dibuat tertawa. Tokoh Naoki disini juga digambarkan sebagai seseorang yang populer karena selain handsome, juga pintar dan kaya. Buat saya, karakter Naoki yang diperankan Kashiwabara yang super ganteng itu kurang dieksplorasi.

It Started With A Kiss

Ariel Lin & Joe Cheng

Ariel Lin & Joe Cheng

Itakiss-TW

Tahun 2005 Taiwan adalah negara kedua yang mengadaptasi Itazura Na Kiss dengan judul It Started With A Kiss (ISWAK). Ariel Lin yang memerankan tokoh utama wanita dianggap cukup mampu menampilkan karakter yang berbeda dibanding ItaKiss-1996. Ariel Lin tidak nagging berlebihan, walaupun tetap saja cengeng (menurut saya :p). Saya juga lebih suka karakter yang diperankan Joe Cheng daripada Naoki versi Takashi. Karakter masing-masing tokoh memang bisa dikembangkan lebih baik daripada ItaKiss-1996 karena ceritanya cukup panjang, ada 20 episode. Panjangnya episode ini berpengaruh juga terhadap plot cerita yang lambat, sehingga beberapa orang — termasuk saya — memilih untuk men-skip dan fast forward beberapa adegan yang dianggap kurang penting :p

Sukses dengan ISWAK, akhirnya dibuatlah season keduanya tahun 2007 yang berjudul They Kiss Again (TKA). Kalau di season pertama ceritanya mirip atau bahkan sama dengan ItaKiss-1996, season keduanya menggambarkan bagaimana kehidupan mereka setelah menikah. Dengan jumlah episode yang sama dengan ISWAK, menonton TKA sering membuat saya lost di tengah-tengah. Entah kenapa saya mulai bosan karena sudah bisa menebak adegan selanjutnya 😀

Playful Kiss

Playful Kiss

Kim Hyun Joong & Jung So Min

Itakiss-K

Tahun 2010 giliran Korea yang mengadaptasinya dengan judul Playful Kiss/ Naughty Kiss/ Mischievous Kiss. Drama ini sukses melambungkan nama Kim Hyun Joong sebagai salah satu icon hallyu wave di Asia, termasuk Indonesia. Sebelumnya, versi K-drama inilah favorit saya karena Oh Ha Ni digambarkan sebagai seseorang yang baik hati, walaupun tidak pintar tetapi juga tidak nagging. Walaupun menurut saya sebenarnya akting Kim Hyun Joong disini biasa-biasa saja, malah cenderung kurang ekspresif dan terlalu manis :p Most of drama fans lebih suka ISWAK daripada Playful Kiss. Tetapi, saya justru pilih Playful Kiss karena mungkin saya memang cenderung lebih suka K-drama daripada TW-drama :p Versi K-drama ini hanya dibuat 1 season, tetapi ada 7 spesial episode yang hanya beredar di Youtube, menceritakan kehidupan Baek Seung Jo dan Oh Ha Ni setelah menikah.

Itazura Na Kiss – Love in Tokyo

Furukawa Yuki & Miki Honoka

Furukawa Yuki & Miki Honoka

Itakiss-LIT

Lalu, di tahun 2013 ini muncullah remake Itazura Na Kiss – Love in Tokyo. Awalnya saya ragu-ragu untuk menonton. Bosan dengan cerita yang diulang-ulang. Tapi saya coba juga mengintip episode pertamanya. Dan langsung jatuh cinta dengan Miki Honoka dan Furukawa Yuki ^_^ Walaupun basic cerita ItaKiss sama di hampir seluruh versi, tetapi saya paling suka dengan ItaKiss-LIT karena script-nya rapi dan sesuai dengan tren saat ini.

Kotoko walaupun bukan termasuk siswa pandai tetapi bukan berarti dia bodoh. Buktinya, Kotoko selalu bisa sukses ketika diajari intensif oleh Naoki. Saya suka karakter Kotoko yang diperankan Miki Honoka karena menurut saya cukup mewakili cewek-cewek masa kini kalau sedang jatuh cinta. Dia memang membuntuti kemana pun Naoki pergi, tetapi tidak sampai pada tahap mengganggu kehidupan si pria. Bahkan pada beberapa scene, Kotoko digambarkan sebagai seseorang yang selalu mendukung Naoki apapun yang terjadi. Sementara Naoki, walaupun dari luar tetap terlihat cool, sebenarnya dia care dengan Kotoko. Karakter Naoki yang diperankan Furukawa Yuki cenderung hangat, tetapi gengsi untuk menunjukkan secara langsung kepada Kotoko. Karakter Naoki sesuai dengan gambaran cowok-cowok masa kini yang populer karena kepintarannya, kegantengannya dan kekayaannya. Buat saya, karakter Kotoko dan Naoki di Itakiss-LIT adalah yang paling normal dan paling mendekati kenyataan. Karakter favorit saya dari seluruh versi drama ItaKiss yang pernah dibuat.

Dari sisi script, menurut saya, Itakiss-LIT adalah yang paling rapi dan masuk akal. Miura Uiko selaku screenwriter sukses mengadaptasi the original manga ke dalam drama yang disesuaikan dengan kondisi saat ini. Pada beberapa bagian ceritanya dikembangkan dan tidak ada di versi drama lainnya, tetapi buat saya itu justru jadi pelengkap tersendiri. Misalnya tentang bagaimana Naoki menjaga jimat pemberian Kotoko, atau bagaimana second kiss mereka terjadi setelah rangkaian peristiwa yang membuat prihatin. Everything makes sense to me, so i just love it so much.

Beberapa sumber yang saya baca mengatakan kalau ItaKiss-LIT akan habis di episode 16, which is it will end this week. Tetapi kalau tidak salah saya juga sempat membaca kalau ItaKiss-LIT akan dibuat sampai 20 episode. Saya lupa baca dimana tetapi berharap akan sampai 20 episode sih karena masih belum rela berpisah dengan Yuki dan Miki :p Oh ya, fans-nya bahkan sampai membuat petisi agar ItaKiss-LIT dibuat season 2-nya yang menceritakan bagaimana kehidupan mereka setelah menikah. Selama kualitas ItaKiss-LIT bisa tetap dipertahankan, saya setuju saja kalau mau dibuat season 2-nya 🙂

Jadi, Itazura Na Kiss versi drama yang mana yang jadi favoritmu? Kalau saya sudah pasti ItaKiss-LIT ^_^

Catatan minggu ke-2 Juli 2013

Selama minggu ke-2 Juli 2013, saya menonton beberapa drama sekaligus :

1. Heartless City (Cruel City)

Heartless City

Di negara asalnya, Heartless City sudah sampai episode 14. Awalnya, saya hanya berniat mencoba menonton 1 episode, sekedar ingin tahu tentang drama ini. Tetapi, ternyata saya tidak bisa berhenti. Heartless City sukses merebut perhatian saya sepenuhnya sampai saya (terpaksa) menonton maraton mulai dari episode 1 sampai episode 14 hanya dalam waktu beberapa hari :p I will make separate post to share about this drama. Please wait 🙂

2. Empire of Gold

Empire of Gold

Nah, kalau ini memang drama yang baru 2 minggu diputar di Korea. Jadi, sampai saat ini baru ada 4 episode. Saya memang meniatkan menonton drama ini karena male lead-nya adalah Go Soo. Saya suka aktingnya di ‘Will It Snow for Christmas’, jadi saya agak berharap drama yang ini pun bisa semenarik itu.

Episode 1 dibuka dengan adegan pernikahan Jang Tae Joo (diperankan oleh Go Soo) dengan Choi Seo Yoon (diperankan oleh Lee Yo Won) di gereja. Alurnya berjalan mundur karena setelah adegan pernikahan kita diajak menyaksikan adegan pembunuhan (dugaan saya) tokoh politik oleh Jang Tae Joo, yang setting waktunya persis sebelum dia menikah. Sampai pertengahan episode 1, kita dibawa mundur lagi ke masa ketika Jang Tae Joo masih menjadi mahasiswa. Terus sampai episode 4 kita masih dibawa mengikuti bagaimana perjalanan Jang Tae Joo dalam melakukan bisnis dengan banyak kecurangan.

Sampai sini sebenarnya saya sudah mulai bosan menonton karena terlalu banyak intrik politik. Jalan ceritanya seperti tidak berkembang, jadi alurnya terasa lambat. Tetapi, demi Go Soo, mungkin saya masih akan mencoba menonton episode selanjutnya. Let’s see how they develop the plot next episode. I will drop this if they can’t give me an attractive plot.

3. Itazura Na Kiss – Love in Tokyo [j-dorama]

Itakiss - LIT

Setiap malam Sabtu, saya pasti sudah mulai resah menanti episode terbaru Itakiss-LIT. Drama ini sudah diputar sampai episode 15. Agak sedih sih mengingat drama ini sudah mendekati final episode, padahal saya masih ingin menikmati kepolosan Aihara Kotoko (diperankan Miki Honoka) dan si cerdas Irie Naoki (diperankan oleh Furukawa Yuki). Pada episode 15 ini kita banyak disuguhi gambaran emosi Kotoko dan Naoki, bagaimana perasaan mereka sebenarnya antara satu sama lain, jadi agak jarang adegan komedi disini. Oh ya, pemeran Naoki versi original juga ikut menjadi cameo di episode ini. I will also do special post about this drama 🙂

That are the 3 dramas I’ve been watching. If you are curious, please do watch all of them 🙂

 

Sunrise

Sunrise

Sunrise from Pananjakan.

happy moment

Birthday_at_marche

Yes, I’m very happy on that day. Thank you to 4R-girls, my BFF, who made me laugh all that nite. I’m sure happier life will begin at 30 :p

– Marche Plaza Senayan, July 13th, 2012 –

sent from @motskee BlackBerry??